We made out in your Mustang to Radiohead
...
Masih kuingat kala senja mempertemukan kita di tengah keramaian Ibu kota
membungkus hangat hati di bawah sinarnya yang terik
membuat tatapan matamu yang sedikit menyipit tambah menarik
Kamu memulainya terlebih dahulu dengan sapaan Hai
mereka bernada, bermelodi, hmmmm syahdu sekali
mereka bernada, bermelodi, hmmmm syahdu sekali
Kutatap balik matamu, bisa kulihat refleksiku di situ
Awal yang menyenangkan, bukan?
...
Talk about our future like we had a clue
Never planned that one day I'd be losing you
Waktu seakan terbang begitu cepat ketika aku dan kamu tengah memandang awan
Never planned that one day I'd be losing you
Waktu seakan terbang begitu cepat ketika aku dan kamu tengah memandang awan
bersandar pada kursi di gazebo sembari menyeruput kopi hitam
berangan-angan menuju ke tempat antah-berantah
berspekulasi mengenai kejadian yang mungkin akan kita alami
tanpa terbesit sedikit pun hal buruk yang mungkin akan terbit
yang akan menjauhkan jemari kita yang bertautan
atau yang akan menyisakan luka di hati yang terdalam.
...
Never one without the other, we made a pact
Sometimes when I miss you, I put those records on
Sometimes when I miss you, I put those records on
Aaaah, masih kuingat betul saat kau berjanji
bertutur lembut- merajut kata sembari berlutut
Takkan kuperbolehkan siapa pun melukai hatimu, Sayang
Begitu, kan?
Langit menjadi saksi, Tuan, mereka merekam tiap tindakanmu kala itu, dan
aku hanya tersenyum polos
luluh terlalu dalam terhadap kata-kata yang kamu ucapkan
...
Someone said you had your tattoo removed
Saw you downtown singing the blues
It's time to face the music, I'm no longer your muse
...
Namun, akhir akhir ini yang kulihat hanya bekas tapak kakimu, Tuan
Tak ada lagi pembicaraan hangat, atau jemari yang saling bertautan
Tak lagi ada ucapan romantis, atau tatapan lembut
Lantas, apa maksudmu tak memperbolehkan siapa pun untuk melukaiku
sementara kau sendiri menyiksa batinku?
Kepastian pun tak kau berikan, Tuan!
Kini aku menunggu bayang-bayang! Aku menunggu yang semu!
Dimana engkau berada, Tuan?
Jawablah aku... segera.
...
In another life I would be your girl
We keep all our promises, be us against the world
...
Telah berkali-kali kuimpikan menjalani hari bersamamu, Tuan
Asal kau tahu, bunga di hatiku selalu mengembang indah
kala kau menatapku
Kini ia melayu- membungkuk sayu- terguguk
...
I should have told you what you meant to me
...
Ataukah aku yang menjadi tersangka?
Salahku tak bertanya mengenai kepastian
yang tak menyatakan apa yang kurasa terhadapmu?
...
You were the one that got away
Aaaah, sudahlah, Tuan
bertutur lembut- merajut kata sembari berlutut
Takkan kuperbolehkan siapa pun melukai hatimu, Sayang
Begitu, kan?
Langit menjadi saksi, Tuan, mereka merekam tiap tindakanmu kala itu, dan
aku hanya tersenyum polos
luluh terlalu dalam terhadap kata-kata yang kamu ucapkan
...
Someone said you had your tattoo removed
Saw you downtown singing the blues
It's time to face the music, I'm no longer your muse
...
Namun, akhir akhir ini yang kulihat hanya bekas tapak kakimu, Tuan
Tak ada lagi pembicaraan hangat, atau jemari yang saling bertautan
Tak lagi ada ucapan romantis, atau tatapan lembut
Lantas, apa maksudmu tak memperbolehkan siapa pun untuk melukaiku
sementara kau sendiri menyiksa batinku?
Kepastian pun tak kau berikan, Tuan!
Kini aku menunggu bayang-bayang! Aku menunggu yang semu!
Dimana engkau berada, Tuan?
Jawablah aku... segera.
...
In another life I would be your girl
We keep all our promises, be us against the world
...
Telah berkali-kali kuimpikan menjalani hari bersamamu, Tuan
Asal kau tahu, bunga di hatiku selalu mengembang indah
kala kau menatapku
Kini ia melayu- membungkuk sayu- terguguk
...
I should have told you what you meant to me
...
Ataukah aku yang menjadi tersangka?
Salahku tak bertanya mengenai kepastian
yang tak menyatakan apa yang kurasa terhadapmu?
...
You were the one that got away
Aaaah, sudahlah, Tuan
Biar bayang-bayangmu perlahan musnah ditelan waktu
Biarkan kenangan kita hilang dibawa samudera
Biar kuperbaiki kepingan hatiku
Namun kumohon, Tuan, tolong jangan lagi hampiri aku
you choose to leave, please stay gone.
NB: terinspirasi dari lagu The One That Got Away yang dipopulerkan oleh Katy Perry.