“Life is like photography. You need the negatives to develop.” - Unknown

Saturday, 23 September 2017

71

hendak aku menggapai satu di ujung jari telunjukku
mengulur, menyentuh barang sedikit lalu menepi
sayang, bayangmu begitu rapuh
dikiranya aku musuh
padahal inginku hanya merengkuh
setitik darimu yang lumpuh, layuh

***

pukul sembilan pagi tadi
daya upayaku kububuh dalam secarik plano
kucatat pesanku dalam lima kata
tinjaulah ulang siapa tahu kau dapat cerita
karena jika kau pirsa
setiap tekanan kuberi rasa
setiap titik kuberi makna
jarak antarkata kuatur sedemikian rupa
sehingga harapku kau mengenal jiwa
dalam kerangka yang tak nyata

selang sehari kudapati dirimu berdiri
dalam gaun hijaumu kau menyusuri
titik sudut ruangan, melihat dengan detail dan rinci

lalu pandangmu berhenti
           padaku

satu

dua

lima belas

tuju puluh satu detik

keheningan

aku paham betul
kau ingin pecahkan dan muntahkan
kesederhanaan yang kaumiliki
namun kau memilih sunyi
rasamu kau kebiri
jiwamu kau kunci

***

ajak sukmamu menerima
tujuh puluh detik yang kedua
untuk bisa mengenal dengan berkelana
bahwa isi yang kaubawa
tidak semata mata gudang duka
yang terus kau tempa
dengan segala rasa berang

jatuh bangunmu adalah lumrah.