taken at Tembarak
You see? Seperti nenek ini. Sudah tua, yang harusnya berada di rumah dan beristirahat, justru bekerja demi kelangsungan hidup anak, cucu dan keluarganya. Dari pagi hingga sore hari, menggendong batangan kayu untuk dijual. Uang dari hasil penjualan kayu tersebut tidak dapat membayar sepenuhnya dari keringat yang telah ia cucurkan demi sesuap nasi. Rela badan terbungkuk, sakit karena beratnya kayu, nafas terengah-engah naik turun jalanan. Ia berkorban demi keluarganya.
Bersyukur itu tidak membayar, sob. Hanya berkata 'terimakasih' kepada Tuhan, itu sudah dibilang bersyukur.
No comments:
Post a Comment