Selamat datang, kawan.
Sungguh aku merindukan kertas
elektronikku ini yang berperan ganda sebagai sahabat yang selalu
mewadahi setiap kegelisahan hati, hasrat menulis, dan segala yang tengah
berkecimpung di dalam otakku. Maaf aku lancang. Mungkin sebagian dari
kalian hanya melihat bagian yang akan kutulis di bawah ini saja. Tapi,
jujur, aku tak mampu membendung rasa rinduku ini!
Jadi, begini..
Kali ini aku akan menuliskan mengenai kekagumanku pada kakak nan cantik,
dan pandai mengolah kata menjadi hal yang mampu mengubah mood, pola pikir, bahkan hidup seseorang. Kakak yang takkan kusebutkan namanya merupakan seorang motivator
untukku secara pribadi, dan mungkin pelanggan pembaca postingannya yang
tak pernah lepas memberi jempol sebagai bentuk penghargaan. Kakak sang
pemilik segudang diksi ini tak pernah lepas dari pemantauanku disetiap
kubuka akun sosial media. Aku tak peduli kalian penasaran atau tidak
dengan apa yang akan kutulis, tapi, apabila ada satu harapan ditiap post-ku, aku akan berharap agar Kakak membaca serangkaian kalimat yang kuketikkan hanya untuknya.
Teruntuk Kakak,
Dengan penuh kagum,
Halo
Kak, bagaimana kabarmu sekarang? Aku harap Kakak baik baik saja, ya,
seperti penjelasan status facebook-mu yang kau tulis secara rutin. Aku
percaya kini Kakak tengah disibukkan dengan tugas kuliah yang menumpuk
dan merengek meminta secepatnya dikerjakan. Tapi seburuk apa pun itu,
sepertinya Kakak tak pernah lalai mengundang penghuni gudang diksi untuk
keluar, menyerbu dinding facebook, dan mendorong ibu jari untuk menjadi
penghubung antara pikiran dan kenyataan yang tertumpahkan. Aku harap,
suatu saat nanti Kakak membaca post ku ini, yang sengaja kutulis hanya
untukmu.
Aku adalah seorang pelajar yang sangat ketagihan dengan
berbagai ragam dan macam diksi Bahasa Indonesia, aku tahu aku belum
sepenuhnya menguasai setiap tulisanku, Kak. Yang aku tahu kata kata
memiliki kekuatan dan terlebih apa bila menulis dengan kata yang jarang
didengar, diraba, dan dirasa. Seakan semua tampak berbeda dalam hal
penyampaian dan perasaan. Aku menyukai rangkaian kata karena banyak hal,
dan yang membuatku kagum terhadap Kakak adalah caramu menuliskan suatu
keadaan sederhana menjadi hal yang begitu pantas untuk dikagumi, begitu
unik walau hanya dengan membaca, begitu terasa seretan ceritanya yang
terkadang menusuk. Aku tak peduli Kakak mengenalku atau tidak, tapi
sungguh, setiap tulisanmu menginspirasiku, Kak. Aku pengagummu, termasuk
pengagum kata kata magismu.
Aku tak bisa untuk tidak memuja dan
kemudian memuji tujuan tulisan tulisan Kakak. Aku tahu aku terlalu
berlebihan, tapi ini sebuah kenyataan. Aku sampai tak habis pikir apa
yang membuatmu memiliki banyak diksi yang seakan tergabung dalam otak
dan tak sabar untuk menjadi nyata, diketik, dan dipamerkan pada para
pembaca. Dengan mantra apa, sih, Kakak melakukannya? Jika ada
resep, boleh kah aku mengintip sedikit? Mencicip keindahan segudang
diksi, berkhayal mengenai mimpi mimpi, tenggelam dalam retorika mengenai
kehidupan, dan pencapaian dalam meraih kesuksesan. Ahh.. Begitu indah.
Jika
boleh kutekankan lagi, Kak. Aku mengagumimu walau sebatas membaca hasil
mantra keajaibanmu, aku mengagumimu dalam hal penyampaian perasaan
melalui tulisan, aku pengagummu.
Sekiranya cukup sekian yang bisa kuketikkan untuk Kakak. Sukses selalu.
Tertanda,
Saya.
No comments:
Post a Comment