gaung pekik putus asa yang menerungku
di dalam ruang sukma, sudah berapa lama?
di dalam ruang sukma, sudah berapa lama?
bertubi jerit lara dipaksa redam, terbelenggu
di dalam rongga sanubari, sudah berapa kali?
dalam sembahyang, sembari mendoa, bertanya
pada garis pasrah yang melenggang sementara
akan dalam berapa waktu kembali sedia kala
seumpama getir menelan angan tiap petang
sekira derita memalung jiwa saban terang
semisal guram melulu meredupkan pandang
akan dalam berapa waktu kembali sedia kala
sekali dua mereda, tertampung tabung suka cita
sayang tak bertahan panjang, seperti
menghitung mundur tempo-
tempo semakin nyata dan nyaring,
tunggu.
kemudian,
berulang.
masa kembali berpola, tergambar membola
apabila kejatuhan dan rapuh adalah lumrah
maka sehari-hari menyantap lemah
dan
melahap payah
biasa menjadi bagian sarapan dan makan malam
_____________________________________________
semasih usia bersambung, biarkan tegar
agar sakit lekas direlakan dan sudi dibebaskan
jika baik-baik disimpan, tak tahu kapan
akan merampak, mencabik dengan langgan
selagi tenteram dapat digenggam
kuat-kuatlah bertahan
kembalilah dalam damai.
kembalilah dalam damai.