“Life is like photography. You need the negatives to develop.” - Unknown

Monday, 26 May 2014

Kenangan Kita, Kawan.

Kawan, tiga tahun ternya terasa begitu cepat, dengan segala suka duka yang telah kita lewati, dan sekarang kita yang tengah mengenang segala kenangan. Mungkin memang kata kataku terlalu monoton, tapi itulah adanya, kita solid dengan dukungan berbagai peristiwa. Kawan, jika saja tiap tingkah kita terrekam, dan terrangkum menjadi sebuah video, akan kuputar dan ingat kembali tiap detail dari putaran yang terus bergulir tiap detiknya. Kalian memberi warna dalam hidup, memberikan memori indah, memberi makna perteman dan pelajaran hidup. Aura kebahagiaan itu selalu terpancarkan dengan seulas senyummu kawan, dengan pancaran mata yang berbinar binar, dan teriakkan.

Kita yang semula ber-30 hingga akhirnya menjadi ber-29 melewati tiap harinya dalam satu ruangan, yang tanpa kita sadari pula, kita menghirup dan menghembuskan udara bersama. Ingat saat lomba yang mengharuskan anggota kelas mengikuti tanpa ada yang terlewatkan? Ingat saat kita berdiskusi, hingga petang datang dan kebingungan mencari transportasi untuk pulang? Ingat saat berdebatan berlangsung, dan beberapa dari kita mencoba menetralkan suasana? Ingat saat kita saling berbagi keluh kesah hati tentang asmara, dan bagaimana kita saling menguatkan dan membuat kepingan hati yang pecah menjadi satu kembali? Ingat tetesan air mata kita saat kita saling meminta maaf dan saling mendoakan? Ingat saat kita mengucap ikrar untuk saling melindungi, dan tak menyakiti? Ingat saat minggu demi minggu kita isi dengan perjuangan, dengan keringat? ingat saat waktu ujian telah usai dan kita berbahagia bersama? Ingatkah kalian? Semua begitu berharga, begitu sayang bila dibuang, walau sebutannya hanya kenangan.

Kita, yang bermula malu malu dan berhujung memalukan (terkadang), akan tetap menjadi saudara Bryffindor, yang nano nano yang penuh dengan bermacam rasa, menjadi rexona yang selalu setia setiap saat pada sesama anggotanya. Kini, masih masing dari kita akan melanjutkan sekolah yang tingkatnya lebih tinggi, dan mulai menambah angan dan gambaran akan kesuksesan yang akan kita capai dewasa nanti, kita akan menempuh perjalanan yang semakin berat. Karena apa gunanya hidup jika kita tak bisa bermimpi? Aku bersyukur bertemu dengan kalian, sahabatku, aku bersyukur dengan kejadian kejadian yang telah kita lewati, aku bersyukur Tuhan telah mempersatukan kita. Sobat, teruslah rangkai mimpimu, tapi jangan sekedar bermimpi, berusahalah menggapainya dengan semangatmu. Sobat, kenanglah tiap hari hari kita, karena semua yang telah berlalu tak bisa kita putar kembali. Sungguh, aku akan merindukan kalian. Bryffindor.

God's dream is that you and I and all of us will realize that we are family, that we are made for togetherness, for goodness, and for compassion. -Desmond Tutu


No comments:

Post a Comment