“Life is like photography. You need the negatives to develop.” - Unknown

Monday, 26 May 2014

Mimpi

Aku ingin menjadi dokter! aaaah, tidak, terlalu banyak yang menginginkan untuk menjadi dokter. Hmmm, aku ingin menjadi seorang astronaut saja, sepertinya menantang! aaah, tapi apa bisa aku keluar angkasa dan melihat betapa besar dan indahnya ciptaan Tuhan? Kurasa, aku masih harus mengendalikan ketakutanku. Aku ingin menjadi photographer! Sepertinya itu merupakan profesi yang bisa mendapatkan gambaran jiwa yang murni dari setiap pancaran mata. Aaah tidak, aku tidak berbakat dalam hal itu. Atau, menjadi penulis? Penulis profesional yang dihargai karena kalimat yang terdiri atas kata kata penggetar jiwa, gambaran imaji yang indah dan menakjubkan, dan bisa menyampaikan pesan tersirat maupun tersurat. Hanya bermodalkan kertas, tinta, dan pikiran, kemudian semua bisa berkembang begitu saja menjadikan kertas kertas tipis bergabung menjadi satu: buku. Penulis menjadikan mozaik mozaik kecil bersatu, dari tiap bab dalam buku yang terdiri atas bermacam peristiwa, dari tiap paragraf yang menggambarkan pikiran dan segala tindakan tokoh. Penulis... tidak buruk, siapapun juga bisa menjadi penulis, hanya dengan kata kata saja ia bisa melukiskan gambaran magis.

" Yah, ayah dulu mau jadi apa pas sebesar aku?"
"Dari kecil, ayah tetep maunya jadi dokter, gak ada yang lain."
"Kok bisa sekarang ayah jadi geologist?"
"Semuanya sudah diatur, tapi dulu, ayah sudah berjuang keras untuk menggapai cita cita ayah itu. Tapi kamu tau? Yang terpenting dalam prosesmu untuk emnggapai cita cita adalah tetap menjadi pribadimu sendiri, dan tetap memegang teguh kejujuran, bertanggungjawab, pantang menyerah, berfikir positif, dan yang terpenting adalah selalu bersyukur kepada Tuhan, Yang Maha Esa."

Ayahku selalu mengingatkanku dan berpesan, bahwa semua di dunia ini tidaklah mudah, semua pasti melewati hari hari yang buruk untuk menuju hari hari yang indah, sama seperti perumpamaan seekor burung kecil yang masih rentan. Ia terlebih dahulu melihat contoh induknya cara terbang, kemudian belajar mengembangkan sayapnya seraya belajar mengepakkannya, kemudian ia kumpulkan keberanian untuk terbang, ia terjatuh, ia ketakutan, tapi ia tepiskan semua hal negatif di pikirannya untuk bisa terbang, hingga akhirnya, ia bisa menjelajahi langit, tapi terbang bukanlah tujuan akhir hidupnya, ia masih harus melewati badai yang sewaktu waktu bisa menerjang, ia berimigrasi bila  harus, ia masih harus mencari makan untuk mempertahankan hidup, tapi burung akan selalu mengikuti naluri alamiahnya untuk sekedar mempertahankan hidupnya, dan akallah yang membedakan burung dengan manusia. Semua manusia pasti mempunyai ambisi untuk sukses dikemudian hari, maka itu semua orang pasti punya mimpi, dan mimpi tidak pernah pandang bulu. But what make a person a winner is his action. Tidak hanya berangan angan. Resep sukses ayahku sederhana, walau butuh waktu untuk membangun: jujur, bertanggungjawab, pantang menyerah, stay positive, terus bersyukur.

(just like a bird) In order to succeed, your desire for success should be greater then you fear of failure -Bill Cosby

No comments:

Post a Comment