" Yah, ayah dulu mau jadi apa pas sebesar aku?"
"Dari kecil, ayah tetep maunya jadi dokter, gak ada yang lain."
"Kok bisa sekarang ayah jadi geologist?"
"Semuanya sudah diatur, tapi dulu, ayah sudah berjuang keras untuk menggapai cita cita ayah itu. Tapi kamu tau? Yang terpenting dalam prosesmu untuk emnggapai cita cita adalah tetap menjadi pribadimu sendiri, dan tetap memegang teguh kejujuran, bertanggungjawab, pantang menyerah, berfikir positif, dan yang terpenting adalah selalu bersyukur kepada Tuhan, Yang Maha Esa."
Ayahku selalu mengingatkanku dan berpesan, bahwa semua di dunia ini tidaklah mudah, semua pasti melewati hari hari yang buruk untuk menuju hari hari yang indah, sama seperti perumpamaan seekor burung kecil yang masih rentan. Ia terlebih dahulu melihat contoh induknya cara terbang, kemudian belajar mengembangkan sayapnya seraya belajar mengepakkannya, kemudian ia kumpulkan keberanian untuk terbang, ia terjatuh, ia ketakutan, tapi ia tepiskan semua hal negatif di pikirannya untuk bisa terbang, hingga akhirnya, ia bisa menjelajahi langit, tapi terbang bukanlah tujuan akhir hidupnya, ia masih harus melewati badai yang sewaktu waktu bisa menerjang, ia berimigrasi bila harus, ia masih harus mencari makan untuk mempertahankan hidup, tapi burung akan selalu mengikuti naluri alamiahnya untuk sekedar mempertahankan hidupnya, dan akallah yang membedakan burung dengan manusia. Semua manusia pasti mempunyai ambisi untuk sukses dikemudian hari, maka itu semua orang pasti punya mimpi, dan mimpi tidak pernah pandang bulu. But what make a person a winner is his action. Tidak hanya berangan angan. Resep sukses ayahku sederhana, walau butuh waktu untuk membangun: jujur, bertanggungjawab, pantang menyerah, stay positive, terus bersyukur.
(just like a bird) In order to succeed, your desire for success should be greater then you fear of failure -Bill Cosby

No comments:
Post a Comment