“Life is like photography. You need the negatives to develop.” - Unknown

Tuesday, 17 March 2015

Kakanda...

Jam dinding berdetik
tik..tok..tik..tok
Di sini sunyi, tak ada bunyi
Di sini senyap, suara tengah terlelap.
Aku...
Aku resah, Kakanda
aku diselimuti gundah.
Jantungku bertempo tak teratur
detaknya permenit tak terukur
wajahnyanya menggarang- sangar
suaranya terdengar parau, dan bergetar
iramanya mengeras. Namun,
hanya aku yang mampu mendengar
Karena aku terperangkap dalam penjara, Kakanda
Penjara Kegelisahan Jiwa.

tik..tok..tik..tok
Waktu terus berjalan
Masih antagonis, tak mau beralih peran
Setiap tik-nya menyayatku,
tok-nya mencambukku sukmaku!
Apa salahku, Kakanda?
Mengapa sikapnya begitu jalang terhadapku?
Mengapa tatkala aku berlutut, memintanya berhenti
ia justru mengujatku lebih hebat lagi?
Aku...
Aku sendiri, Kakanda
Tolong bawa aku kabur
Tolong culik aku dan kepinganku yang hancur
Tolong tempatkan aku di suatu tempat
di mana kebahagian ditabur, dan
keceriaan tak akan pernah bisa luntur.

teng...
Pukul 01:00 tengah malam
Di ujung barat sana,
sekelompok serigala tengah mengaung
bersahut-sahutan, memperingatkan
bunyi akan segera kembali
Aku masih di sini. Terkurung.
Aku mohon jawabanmu, Kakanda
apa yang harus kulakukan
ketika tik dan tok memanggil mereka
dan akhirnya gelombang bunyi menemukanku?
lantas mereka akan melucuti kulitku,
menyiksaku jiwaku,
membunuh sanubariku,
sementara yang bisa kulakukan hanyalah terguguk!
dan... bagai mana nasib jantungku
yang sedari tadi merajuk- meliuk-liuk
menyembunyikan ketakutan atas hal yang kutunjuk?
Beri aku uluran tanganmu, Kakanda
Waktuku tinggal beberapa detik
hanya dalam hitungan 126 tok dan 127 tik
sukmaku akan dihabisi
Kumohon kali ini, Kakanda
Kumohon kau untuk gemakan sepatah kata
Agar aku tahu, bahwasanya aku tak sepenuhnya sendiri
masih ada belahan sukma lain
yang akan membantuku untuk bangkit
dan menghadapi pahitnya kesengsaraan batin.

***

Apakah kau masih ada di sana, Kakanda?
Kini aku sudah buta akan kekejaman, dan tuli akan kesakitan,
Belahan sukmaku akhirnya merontokkan gelombang bunyi itu
Ia sudah mati, ditelan jalangnya sendiri.
Kini kau tak perlu khawatir lagi, Kakanda
Karena sekarang yang kau ketahui adalah yang kuketahui

Semuanya ada pada diriku, dan aku yang memusnahkan

No comments:

Post a Comment