“Life is like photography. You need the negatives to develop.” - Unknown

Thursday, 24 March 2016

Rindu

Salahkah jikalau aku merindu
tiap jengkal tepimu?
karena malam ini, aku
tak mampu menahan
detak dan dentum
jantung.
Kristalku pecah
terluluh...lantahkan
oleh kehadiranmu
yang menampar
hati.
Dahulu kau diujung
yang tak terjangkau
kini kau sejauh jengkal
makin mendekat
sedekat kelingking,
sayang,
kau tetap sejauh mata memandang.
Datangmu mengisi
datangmu...kutangisi
datangmu,
kubuat rangkaian puisi,yang
sebagian kuisolasi.
Tidak lagi kubisa
muntahkan kata
tidak lagi terbuka
kecuali nanar mata
yang bisa kau tatap
sejauh dua hidung.
Rinduku bisu
rinduku biru
rinduku satu, kamu
rinduku berlagu
rinduku malu
rinduku....
tidak tertangkap
tidak tenggelam,
melayang,
melanglang,
tapi tak menghilang.
Coba kau lihat teropong
siapa tahu,
aku tengah menatap
bengong,
coba kau berjalan di lorong
siapa tahu,
aku tengah menatap
kosong.
Detak ini
terasa lengang
partikel tubuhku
terasa merenggang,
aku berkata "Ya."
aku berkata "Na."
aku berkata "Na."
aku berkata "Ya."
Di sini,
kau?
maukah?
aku lelah
menantimu
di bayang
yang tak nyata
di ujung
yang tak ada
di depan
yang maya.
Tak kuharap kau merasa
baik-baik saja di sana
tak kuminta kau menjangkau
kelingking
yang menjadi jengkal
dua hidung
yang menjadi kilometer
rinduku masih hidup
jangan kau pupuki
pula kau sirami
sudah....
cukup.

No comments:

Post a Comment