“Life is like photography. You need the negatives to develop.” - Unknown

Saturday, 27 January 2018

Untuk yang tak Kutahu Namanya

Untuk yang tak kutahu namanya,

Langkahmu menggiringmu mencari tempat nyaman dan berakhir bersandar pada sofa. Hari itu adalah kesekian kali kita dipertemukan oleh semesta, seperti pertemuan kita sebelumnya, bertatap dan tersenyum. Nikmat bukan?

Kukira tanpa ada kesepakatan tertulis, kita sama-sama memilih untuk merahasiakan nama, juga enggan bertanya. Biar saja bertemu dalam kejutan dalam beberapa kesempatan, menunggu tersebut terulang.

Bahkan pernah saat kita bersebelahan, mengantre sebaris, aku menangkap ekor matamu melirik manis, kita hanya berakhir dengan saling melempar senyum hangat. Oh hei, aku ingat setiap tatap itu! Pesanmu selalu tersampaikan, Tuan, jangan khawatir. Aku selalu menyukai sinar mata, yang kusuka adalah yang jujur, yang dimilikimu.

Sekadar kau tahu saja, selama enam bulan ini rinduku berseri, dan yang ke tujuh dari tak terbatas aku tujukan padamu. Aku menyukai angka ganjil, tapi tidak ada yang ganjil dari pertemuan kita, semua natural dan aku suka. 

Sampai jumpa pada pertemuan selanjutnya, Tuan. Semoga semesta terus berpihak pada kita.

ps: aku sedang mendengarkan lagu Honey dari Kehlani, sedang mendengar senandung apakah dirimu di seberang meja sana yang sembari menyeruput kopi dan memandang ke arahku beberapa kali?

Salam manis,
Saya

No comments:

Post a Comment