“Life is like photography. You need the negatives to develop.” - Unknown

Monday, 16 June 2014

GRADUATEEEEED!!!

Terimakasih kepada Tuhan Yang Mahasegala; terimakasih kepada orang tua dan saudara yang tak putus putusnya mendukung dan mendoakan; terimakasih kepada Bapak-Ibu guru yang telah membimbing; terimakasih kepada sahabat setia, Bryffindor. I FINALLY GRADUATE!!!

Setelah 3 tahun berbalut baju berwarna putih biru, akhirnya dengan hasil memuaskan yang tak luput dari perjuangan dan doa yang tiada putus putusnya, aku lulus. Ya, lulus dan berhasil melukiskan senyum bangga orang tua, dan menjadikan tangis mereka pertanda bahagia. Sungguh tak ada kebahagiaan berarti selain mendengar kata bangga yang terucapkan dari orang tua. Aku menyangi mereka. Sangat menyayangi.

Namun tak berarti juga apabila perjuangan hanya dilakukan seorang diri. Aku sangat beruntung bisa diberi kesempatan untuk dipertemukan dengan sahabat sahabatku, ya, Bryffindor. Entah kata apa yang sanggup mendiskripsikan setiap kenangan yang kami lalui, yang kami hadapi, yang kami jalani. Hari hari bersama mereka adalah waktu berharga, karena setiap memori yang akan kami gali nantinya ada di setiap detik yang telah kami lampaui. Untuk jujur, dari hati, aku tak ingin berpisah dengan mereka, melepaskan tangan tangan mereka, dan berucap sayonara diujung pertemuan terakhir. Aku masih ingin mengisi waktu luang dengan bercanda gurau, mencurahkan kisah dan keluh kesah, dan mendengar teriakan semangat dari tenggorok mereka yang menandakan kekompakan. Sungguh, aku menyayangi mereka. Sangat menyayangi.

Aku tahu seharusnya kutulis bagian ini di bagian paling awal, tapi menurutku ini adalah tulisan yang paling berarti diantara yang lain.
Tuhan. Tuhan telah memberiku berbagai macam hadiah. Aku telah diberikan-Nya orang tua yang begitu mengerti aku, dan teman teman yang selalu ada di setiap suka dukaku. Begitu banyak yang perlu aku syukuri. Aku masih diberikan napas dan kesempatan untuk membanggakan kedua orang tuaku, dan melihat canda tawa dan tangis sahabat sahabatku. Setiap detik aku hidup adalah detik yang begitu berharga. Sungguh tak luput dari kuasa-Nya hasil yang kemarin aku terima, Tuhan mengiyakan keinginanku, mengabulkan doa malamku, mendengar rintihanku, memeluk mimpi besarku, dan menjadikannya nyata. Untuk kesekian kali aku berkata jujur, jujur, aku merasakan kasih sayang-Nya di tiap takbiratul ihramku, merasakan sengatan kekuasaan-Nya di setiap ayat surah suci-Nya, merasakan keagungan-Nya di setiap sujudku, merasakan rahmatnya di sela ucapan doa tasyahud akhirku, dan kurasakan begitu Maha Segala Tuhan di setiap tengokan salamku. Entah kata apa yang mampu memperinci kecintaanku pada-Nya. Sungguh aku menyayangi-Nya. Sangat menyayangi.

Kawan, memang benar hidup itu bak buku yang terdiri dari beberapa bab dan diisi berratus halaman yang di dalamnya dituliskan peristiwa dan hal menakjubkan. Semuanya juga sementara, tidak mungkin juga kita terus menerus membaca pada satu halaman yang terdapat cerita suka ataupun duka. Semuanya akan berlalu, menuju pada akhir bahagia. Semua sudah diatur oleh Sang Sutradara. Bermimpi, usaha, berdoa, dan jalani. Semua akan indah pada waktunya.

No comments:

Post a Comment