Memaparkan kata demi kata yang dirangkai menjadi paduan utuh yang dapat memberikan gambaran brilian melalui tegangan imaji bervoltase tinggi.
Aku ingin menjadi sepertinya..
Yang memberikan kekuatan magis pada tiap gambaran yang beliau salurkan hanya dengan serangkaian kalimat, dan membuat seluruh bulu kuduk terpenjat, terkejut.
Ya, aku ingin sepertinya..
Yang menyatukan gandengan kalimat menjadi suatu paragraf yang tidak kalah mencengangkan, menyetrum jantung dan ulu hati, yang awal dirasa madu, hingga merangkap dan meringkas kejadian dan hal hal pilu. Kelu.
Ah, ya.. Lembaran demi lembaran beliau isi dengan beratus huruf, beribu imaji, dan beratus ribu pemikiran yang berkecimpung di dalam otaknya. Beliau bumbui hal menakjubkan yang selalu terasa pekat dalam tiap kata yang beliau ketik dengan jemari seninya. Lembaran lembaran itu dijadikannya mozaik. Cerita, pengalaman, peristiwa hidup. Warna, dan rasa ada di setiap penggalan pengalaman yang beliau lewati, tempuh, lampaui, dan beliau alami. Dengan seluruh hati beliau tuliskan rangkaian kata indah yang aku yakini tiap detiknya selalu ada saja kata ajaib yang mengantre untuk dipampang di atas benda tipis melalui perantara tinta hitam. Begitu ajaibnya beliau menyalurkan gambarannya melalui kata pada setiap orang yang memandang, membaca hingga mengubah raut wajah ditiap babaknya, dan ikut menjelajahi imaji yang tak terhitung berapa luas, tak terkira berapa besar, tak terbayangkan pula di mana ujung dari ujung yang mana.
Ya.. Mulia kata katanya, mampu menggenggam tiap peristiwa, menggambarkan tiap kejadian, memperkuat situasi, kondisi, dan gambaran isi hati.
Kata kata adalah hal yang menakjubkan. Sungguh menakjubkan!
Jika kelak aku dewasa, aku ingin menjadi sepertinya..
"Menulis adalah suatu cara untuk bicara, suatu cara untuk berkata, suatu cara untuk menyapa—suatu cara untuk menyentuh seseorang yang lain entah di mana. Cara itulah yang bermacam-macam dan di sanalah harga kreativitas ditimbang-timbang." - Seno Gumira Ajidarma

No comments:
Post a Comment