Mungkin perpisahan merupakan tema yang sedang hangat yang tengah berkecimpung di pikiranku. Aku tak bisa dengan mudahnya melepas kenangan dan melupakan kebersamaan kita. Entah energi apa yang selalu mengajakku berfikir untuk bisa kembali memutar waktu agar tetap dapat merasakan hal hal absurd bersama kalian, kawan. Ya sejujurnya aku rindu, rindu akan semua, tetapi kenyataannya sekarang kita harus memilih jalan kita masing masing untuk menggapai apa yang telah kita impikan.
Mimpi yang telah kita rangkai bak puzzel sedari dulu itu kini mulai menampakan gambar, dan setiap kepingan penyusunnya (aku yakin) akan terasa begitu berharga. Kita mulai mengenal jerih payah, yang di dalamnya terdapat usaha dan doa; pengorbanan, yang tak lain pengorbanan waktu; dan penghargaan, yang kita dapat setelah keduanya berhasil kita lalui. Hmmm... Apa bila saat ini aku diberi satu harapan, harapan itu pasti keinginanku untuk kita agar dapat merasakan kesuksesan bersama, merasakan kebahagian hasil jerih payah.
Aku terbayang jika kelak dewasa nanti setelah belasan tahun tak lagi bertatap muka secara langsung, kita berjumpa, dan satu persatu dari kita menceritakan hasil kerja keras yang akhirnya bisa kita nikmati. Satu persatu dari kita menceritakan kembali masa masa di mana kita dulu bersama, masa masa lugu, dan masa polos kita. Aku percaya, bahwa Tuhan sudah tepat menempatkan masa remajaku untuk kulewati bersama kalian, menjalani hari hari dengan berbagai rasa, dan kali ini aku mengerti arti sebuah persahabatan, karena hadirmu kawan.
Teruntuk: keluarga Bryffindor.
NB: ciyus aku kangen.
No comments:
Post a Comment