“Life is like photography. You need the negatives to develop.” - Unknown

Friday, 27 October 2017

Ayah

Teruntuk Sahabatku, Ayahku,

Sedari tangisku membuncah, sedari tubuhku ditimang,
Sedari tanganku digenggam, sedari badanku didekap,
Sedari pintaku diijabah, sedari peganganku diperkuat
Sedari kegelisahanku ditepis, sedari isakku diusap

Aku rindu,

Malam-malam ketika cengkrama kita disaksikan tawang
Segala pikir dan harap menguap bersama udara senja,
Malam-malam ketika doa kita, kita panjatkan
Segala kesanggupan kita pasrahkan bersama lentera di angkasa
Malam-malam ketika kita memilih tenang
Segala pikir yang terlempar, memantul
Segala rasa yang terkubur, muncul
Malam-malam ketika kita memilih diam

Aku rindu,

Dekapmu saat seluruh dariku tumbang
Genggammu ketika fragmenku cacat
Frasamu saat mozaikku pecah
Tatapmu saat keutuhanku lumpuh

Aku rindu,

Setiap cerita dalam perjalanan
Setiap canda dalam percakapan
Setiap bahagia dalam celah kata
Setiap masa dalam kala

Aku rindu,

Hadirmu,

Aku rindu,

Waktumu,
Waktuku,

Aku rindu,

Bersama,

Aku rindu,

Aku rindu,

Ayah,

Happy birthday.





PS: I love you to infinity and beyond.

2 comments: