“Life is like photography. You need the negatives to develop.” - Unknown

Saturday, 16 May 2020

—untuk Mira

—untuk Mira di seberang Selasar Sirna

hendak kau bernapas lega sebab di tikungan tak lagi ada
remah duka yang kau tebar dalam singgasana gembira

selagi berjalan, teliti lagi berapa mata merekah 
saat bisu dan gagu tunggang langgang menuju aksa

tetaplah rancak dan cacak, seorang akan menoleh
dan memberikan sentosa, jangan percacaya karena

yang dilayangkan bukanlah sepatah kata ceria
melainkan kabar temaram, kau tak akan suka

Mira

aku masih terngiang tatkala kau betolak, 
katamu lantang

"jika kepergianku adalah dosa, 
maka pulangkan aku pada sengsara!"

pergimu membawa padma
disematkanmu pada kiri dada

"kepulanganku hanya bisa jika
dikembalikannya ruh pada kalbu!"

kelanamu tak ada yang duga
raib ragamu melahirkan tanya

untuk Mira di seberang Selasar Sirna

dalam sendirimu kau tumbuh nyaris terbunuh
bahkan songketmu dahulu bercahaya kini lusuh

jarak pandangmu tak lagi prima, kini lamur
seliramu dahulu kukuh, kini pedih dan uzur

dengar, Mira

kembalilah,
kembailah karena ruh sudah terpatri
pada atma yang kau rindu dan kasihi

apabila tanyamu jatuh pada siapa
maka kenanglah aku karena yang 
tersisa hanyalah cerita 

dan raga.

pulanglah.



1 comment: